B. Indonesia buat cerita novel si putih karya Tere liye.buat kelebihan dan kekurangannya.​

buat cerita novel si putih karya Tere liye.buat kelebihan dan kekurangannya.​

Kelebihan:

Dilihat dari cover novel Si Putih, tampak ilustrasi seekor kucing dan naga–yang mana di dalam novel ini akan diceritakan pula pertarungan antara Si Putih dan naga. Dengan kata lain, apabila ditelaah lebih jauh dan mendetail, cover-nya pun memvisualisasikan petualangan dalam novel ini. Sungguh menakjubkan.

Selain itu, hal menarik lainnya di dalam novel Si Putih ini menciptakan cerita baru, kemudian banyaknya karakter baru yang belum pernah dijumpai pada kesembilan buku serial Bumi sebelumnya. Bilamana di novelnya pembaca akan diperlihatkan petualangan Raib, Seli, Ali, dan Ily. Akan tetapi, di novel ini justru pembaca akan diajak berpetualang bersama Si Putih, N-ou, dan Pak Tua menggunakan Paruh Lancip yang mana petualangan mereka tak kalah menakjubkannya. Terlebih, petualangan mereka juga tak kalah menghibur dengan Raib dan kawan-kawannya.

Novel Si Putih di dalamnya memuat konflik perebutan kekuasaan yang mana dengan itu mampu memakan tidak sedikitnya korban jiwa. Kekuasaan yang diperebutkan berada di tangan para pemegang kekuatan sehingga mengakibatkan munculnya konspirasi pandemi agar setidaknya banyak manusia yang mati. Memangnya apa tujuannya? Tujuannya hanyalah satu, yakni dengan harapan dapat menguasai dan mengendalikan klan, bahkan dunia paralel sekalipun.

Berdasarkan cerita yang dimuat dalam Si Putih, Tere Liye selaku penulis mencoba untuk mengilustrasikan kejadian yang serupa dengan isu kemunculan pandemi yang dihadapi dunia saat ini. Namun, terlepas dari hal demikian, penulis sukses membuat kita sebagai pembaca seakan berada di situasi pada cerita yang ada, salah satunya adanya persamaan penderitaan yang dialami, yakni pandemi korona.

Segala petualangan dan penjelajahan di dalam cerita yang menegangkan mampu digambarkan secara apik dan luar biasa yang mana terdapat berbagai hal yang terlihat mustahil terjadi, tetapi bisa menjadi sesuatu yang tampak nyata dalam novel ini. Hal itu dapat ditemukan dalam novel ini, yakni dengan adanya komunikasi dan interaksi antara hewan dan manusia, bahkan tumbuhkan sekalipun yang dapat membuat imajinasi para pembaca seakan diajak bermain–tanpa kesan ‘memaksa’.

Terdapat salah satu adegan yang menakjubkan, yaitu saat mereka menghadapi berbagai tokoh karakter antagonis, saat itu N-ou melakukan bonding dengan si Putih sehingga kekuatan dan kemampuannya justru semakin bertambah. Selain itu, penulis mampu memberikan gambaran yang apik saat N-ou, Si Putih, dan Pak Tua sedang melakukan percakapan yang mana mereka bertiga jelas berbeda.

N-ou dan Pak Tua merupakan dua manusia, memiliki perbedaan usia yang terbilang cukup jauh, sementara Si Putih adalah seekor hewan purba. Akan tetapi, perbedaan itu justru digambarkan oleh penulis dengan sangat menakjubkan. Mereka mampu berkomunikasi dan melakukan petualangan yang bersahabat.

Kelemahan:

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, novel Si Putih memang menghadirkan tokoh baru dan klan baru. Namun, bentuk petualangan yang digunakan cenderung tidak ada pembaharuan alias itu-itu saja.

Saat membaca, tidak menimbulkan efek yang begitu mendebarkan, mungkin hal itu karena alurnya yang terbilang mudah ditebak dan tidak ‘mengejutkan’. Dengan kata lain, jenis petualangan yang dihadapkan pada N-ou dan Si Putih bukanlah hal yang baru.

Barangkali hal yang baru dalam novel ini terletak pada klan yang dapat mengendalikan hewan, tepatnya di kawasan Timur klan Polaris dengan penguasanya, yakni pengendali hewan. Sebagai pembaca setia serial Bumi ini, tentu pembaca sudah dapat menebak dan memprediksikan bahwa pada akhirnya N-ou berhasil menaklukkan sang Raja Gunung Timur.

Istilahnya, ‘anak baru’ mampu menaklukkan lawannya–seorang raja yang bahkan sudah berkuasa selama bertahun-tahun–dengan bantuan dan kemampuan yang hadir secara tiba-tiba saat detik-detik penghabisan.

Selain itu, terdapat beberapa part yang sedikit membuat jenuh dalam novel Si Putih. Hal itu tampak pada adegan Si Putih meminta makanan. Adegan itu terus-menerus diulang sehingga menimbulkan efek jenuh dan membosankan bagi pembaca. Teruntuk pengembangan karakternya juga terkesan sama saja, tidak ada yang baru. Hal itu terbukti dalam novel bahwa N-ou yang tadinya seorang anak biasa, tumbuh dan berkembang menjadi seorang remaja yang dipaksa bersikap dewasa sebab faktor situasi dan kondisi yang ada.

Akhir dari novel ini sangat menggantung. Mengapa? Hal itu karena pembaca diharuskan untuk membeli dan membaca novel setelah ini, yakni bertajuk Bibi Gil. Dalam novel ini sosok Bibi Gil, yaitu guru dari Miss Selena pun ditampilkan.

[answer.2.content]